SEJARAH DESA
1.Sejarah Desa
Tahun 1960-an: Desa Muning Baru masih menjadi bagian dari Desa Bayanan (Kepala Desa: Adimin, Hamdi, Yunani).
Tahun 1977: Terjadi pemekaran wilayah menjadi Desa Muning (Kepala Desa: Hamsi).
Tahun 1982: Desa Muning dimekarkan menjadi tiga desa: Muning Baru, Muning Tengah, Muning Dalam (Kepala Desa Muning Baru: Hamsi, 1982–1988).
Tahun 1988–2009: Kepala Desa Lamsuni.
Tahun 2010–2014: Kepala Desa Nasrullah.
Tahun 2015–2021: Kepala Desa Gusriadi.
Tahun 2022–sekarang: Kepala Desa Ardiansyah.
2. Sejarah Asal Usul Nama Desa
Sejarah Nama dan Perkembangan Desa Muning Baru
Nama “Muning” berasal dari istilah dalam sistem kekerabatan masyarakat Banjar. Dalam tradisi tersebut, terdapat tingkatan atau urutan penyebutan hubungan keluarga sebagai berikut:
Waring → Sanggah → Datu → Kai (kakek) & Nini (nenek) → Abah (ayah) & Uma (ibu) → Kakak → Ulun → Ading → Anak → Cucu → Buyut → Intah / Muning
Kata “Muning” berada pada tingkatan generasi paling bawah dalam garis keturunan, yang melambangkan keturunan terakhir atau penerus generasi. Secara filosofi, penamaan ini mencerminkan harapan agar masyarakat senantiasa menjaga kesinambungan keturunan, mempererat hubungan kekeluargaan, serta menjadi generasi penerus yang membawa kebaikan dan keberkahan.
Seiring dengan perjalanan waktu, wilayah Desa Muning Baru mengalami perkembangan administratif melalui beberapa tahap pemekaran wilayah. Pada tahun 1960-an, wilayah ini masih menjadi bagian dari Desa Bayanan, yang dipimpin oleh Adimin, Hamdi, dan Yunani.
Kemudian pada tahun 1977, terjadi pemekaran wilayah dari Desa Bayanan menjadi Desa Muning, dengan kepala desa pertama yaitu Hamsi. Pemekaran ini menjadi awal terbentuknya identitas wilayah Muning secara administratif.
Perkembangan berlanjut pada tahun 1982, ketika Desa Muning kembali dimekarkan menjadi tiga desa, yaitu Desa Muning Baru, Muning Tengah, dan Muning Dalam. Pada saat itu, Desa Muning Baru dipimpin oleh Hamsi sebagai kepala desa pertama yang menjabat pada periode 1982–1988.
Dengan demikian, Desa Muning Baru tidak hanya memiliki sejarah administratif yang jelas, tetapi juga mengandung nilai budaya yang kuat melalui asal-usul namanya. Perpaduan antara nilai kekerabatan dan proses pemekaran wilayah ini menjadi dasar terbentuknya identitas Desa Muning Baru sebagai desa yang menjunjung tinggi kebersamaan, kekeluargaan, dan kesinambungan generasi.
Singkatnya :
Berdiri sekitar tahun 1960
Nama “Muning” berasal dari istilah dalam sistem kekerabatan masyarakat Banjar.
Makna nilai: sebagai desa yang menjunjung tinggi kebersamaan, kekeluargaan, dan kesinambungan generasi.
3. Kondisi Geografis
- Geografis Desa
Wilayah dataran rendah/ rawa.
- Batas Wilayah Desa
- Utara : Desa Pihanin Raya.
- Timur. : Desa Bangkau, Kecamatan Kandangan.
- Selatan. : Desa Muning Dalam.
- Barat. : Desa Muning Tengah.
- Batas Wilayah Kecamatan
- Utara. : Kecamatan Daha Utara
- Timur. : Kecamatan Kandangan.
- Selatan. : Kecamatan Kalumpang
- Barat. : Kecamatan Daha Barat
- Luas Wilayah
4.711 Ha.
- Pembagian Wilayah
- 4 RT
- 2 RW
- Jarak dari Kota Kandangan ke Desa
- ± 22 km (± 30 menit kendaraan bermotor).
- Jarak dari Kecamatan ke Desa
- ± 6 km (± 10 menit kendaraan bermotor).
4. Kependudukan Tahun 2025
- Agama 100% Islam
- Jumlah Penduduk Total: 1.597 jiwa
- Laki-laki: 812 jiwa
- Perempuan: 785 jiwa
- Kepala Keluarga (KK): 530
5. Jenis Mata Pencaharian
(Terbagi dalam diagram lingkaran)
Pelajar/Mahasiswa
Mengurus rumah tangga
Buruh
Wiraswasta
Swasta
PNS
Pensiunan
Petani
Nelayan
Lainnya
Tidak bekerja
6. Jenis Sarana
Pendidikan:
1 TK
2 SD/MI
1 SMP/MTs
1 SMA /MA
Kesehatan:
1 POSTU
1 Pusksesmas Desa
1 Posyandu
Keagamaan:
2 Masjid
1 Langgar